Minggu, 04 November 2012

Bulimia nervosa


Bulimia nervosa is an illness in which a person binges on food or has regular overeating and feels a loss of control. The person is usually vomited or abuse laxatives in order to prevent weight gain. Bulimia commonly happens to women, rather than men, during young age. The affected person is usually aware that her eating pattern is abnormal.
The exact cause of Bulimia is unknown, but genetic, psychological, trauma, family, society and cultural factors are considered as the main factors causing Bulimia. In Bulimia, eating binges may occur as often as several times a day for many months. They often eat large amounts of high-calorie foods; secretly, and then vomit it. People with Bulimia are often at a normal weight- but feel overweight.
Even though it’s hard to recognize people with Bulimia due to their normal weight, but there are several Bulimia symptoms such as compulsive exercise, suddenly eat large amounts of food, regularly go to the bathroom right after meals and throw away packages of laxatives, diet pills, emetics or diuretics.
People with Bulimia may show cavities or gum infections, the enamel of their teeth may be worn away or pitted because of too much exposure to the acid in vomit. They may also have broken blood vessels in the eyes, dry mouth, pouch-like look to the cheeks, rashes and pimples and small cuts and calluses across the tops of the finger joints from forcing oneself to vomit.
Doesn’t like people with Anorexia, people with Bulimia rarely have to go to hospital. Treatments for Bulimia mostly are support groups, cognitive-behavioral therapy, nutritional therapy and antidepressants known as selective serotonin-reuptake inhibitors.
Bulimia is a long-term illness; many people will still have some symptoms after and even with treatment. It can be dangerous and lead to serious medical complications over time. That’s why, if you see any people around you show some of Bulimia symptoms, you might have to make an appointment with your health care provider.

Bulimia Nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus. Bulimia adalah kelainan pola makan yang sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah, kadang-kadang disebut pembersihan; puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan juga merupakan ciri umum.
Penyakit Bulimia Nervosa, Penyebab, Gejala, Akibat serta Pengobatan
Penyakit mental lainnya yang biasanya dialami oleh wanita, Bulimia atau juga dikenal dengan bulimia nervosa mempengaruhi sekitar 3% dari wanita di amerika Serikat. Bulimia adalah penyakit yang diakibatkan oleh psikologi pasien, yang mengakibatkan kelainan makan. Bulimia merupakan keadaan dimana seorang pasien makan secara berlebihan secara berulang-ulang (binge) dan kemudian kembali mengeluarkannya. Mengeluarkan makanan yang dimakan ini bisa melalui muntah yang biasanya diinduksi dengan obat pencahar, selain itu juga dengan mengeluarkannya lewat kencing dengan menggunakan obat diuretik.
Selain itu, selain makan berlebih, penderita bulimia juga cenderung diet sangat ketat dan juga olah raga yang berlebihan. Cirri khas penyakit bulimia sudah tentu kebiasaan mengeluarkan makanan yang dimakan dengan sangat cepat, sehingga sangat aneh bagi orang biasa kalau sehabis makan kembali memuntahkan makanannya.
Membersihkan atau memuntahkan makanan ini diperkirakan sebagai aksi untuk mengurangi rasa benci atau rasa bersalah karena sudah binge. Pasien berobsesi untuk membersihkan diri mereka dari makanan itu, sehingga makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh.
Seorang pasien penyakit bulimia dalam melakukan pesta makan ini, diduga terdorong oleh depresi atau stress terhadap sesuatu yang berhubungan dengan berat badan, bentuk badan ataupun makanan. Mereka menganggap, makan merupakan kegiatan paling menyenangkan dan bisa menghilangkan depresi. Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung sementara karena akhirnya mereka kembali membenci makanan serta marah atas control diri terhadap pesta makan yang kurang. Kebencian ini membuat mereka terobsesi untuk membersihkan makanan tersebut dari tubuh.
Aksi pembersihan biasanya berlangsung seketika, namun pada beberapa penderita bulimia melakukan pembersihan pada beberapa periode setelahnya.
Sama halnya dengan anorexia, bulimia selalu berhubungan dengan control diet ataupun penurunan berat badan. Penderita bulimia biasanya terlalu memperhatikan berat badan, selalu merasa kurang percaya diri dengan berat badan sehingga cenderung melakukan diet berlebih. Bedanya dengan penderita anorexia, penderita bulimia memiliki berat badan yang lebih stabil sehingga penyakit ini jarang diketahui oleh masyarakat umum.

Penyebab Bulimia
Bulimia merupakan salah satu kelainan mental, penyebab bulimia belum diketahui secara biologis. Namun karena ini berhubungan dengan behavioral health, maka para ahli meyakini ada beberapa factor yang bisa menyebabkan penyakit ini:
- masalah keluarga - perilaku maladaptif - pertentangan identitas diri - budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik.
Masalah penampilan serta berat badan merupakan factor utama yang penyebab bulimia pada seorang wanita. Seorang penderita bulimia biasanya mempunyai ketahanan mental yang kurang, kurang percaya diri dan memiliki masalah dengan berat badan dan ini yang membuatnya menjadi terobsesi dengan penurunan berat badan. Hal-hal seperti di atas juga bisa menjadi akibat bulimia yang mengerikan.
Pengalaman mempunyai masalah dengan berat badan membuatnya selalu merasa gemuk. Hal ini mendorong diet yang tidak terkontrol, olah raga berlebih dan akhirnya menderita bulimia.
Penelitian baru menunjukan bahwa kelainan mental ini juga disebabkan oleh proses kimiawi yang ada di dalam otak. Para ahli menduga bahwa kelainan neurotransmitter dalam otak, utamanya neurotransmitter serotonin merupakan pemicu terjadinya penyakit bulimia nervosa ini. Namun dugaan awal ini masih belum bisa dijelaskan secara spesifik karena kompleksnya penyakit.
Gejala Bulimia [ad#ad-1]
Seperti yang dijelaskan di atas, binge merupakan gejala utama dari bulimia. Binge bulimia ini akan diikuti dengan muntah, diet yang ketat serta olah raga berlebihan.
Namun untuk mendeteksi gejala bulimia dalam kehidupan sehari-hari sangatlah susah. Proses makan berlebihan terkadang adalah hal umum dalam masyarakat. Makan merupakan kegiatan yang menyenangkan, bisa menghilangkan stres atau depresi. Selain itu, setiap orang juga memiliki nafsu makan berbeda, sehingga makan dengan jumlah banyak tersebut kadangkala adalah hal yang normal.
Selain itu, penderita bulimia tidak selalu kurus. Bisa saja memiliki berat badan normal atau malah gemuk. Namun ada beberapa pertanda yang bisa dianggap sebagai gejala bulimia, yaitu:
   Selalu ke kamar mandi setelah makan untuk muntah (tentu saja dilakukan berkali-kali)
   Olah raga berlebih.
   Terjadi perubahan seperti pipi atau rahang yang bengkak, pecahnya pembuluh darah di mata, rusaknya lapisan email gigi sehingga gigi yang Nampak jelas.
   Terlalu terbelenggu dengan urusan berat ataupun bentuk badan. 

Diagnosis bulimia
Sama halnya dengan anoreksia, diagnosis untuk penyakit bulimia susah karena ini menyangkut masalah perilaku yang bisa saja disangkal oleh penderita. Namun sebagai dasar bagi dokter untuk mendiagnosa penyakit ini, ada lima criteria dasar yang bisa dipakai sebagai patokan.
   Pesta makan yang terjadi berulangkali. Hal ini ditandai dengan porsi yang sangat banyak dan di luar porsi normal makan seorang manusia dalam jangka waktu dua jam.
   Merasa tidak bisa berhenti makan dalam satu periode.
   Perilaku yang menyimpang untuk mengurangi berat badan secara ekstrim dan berlebihan, seperti muntah, penggunaan obat pencahar dan diuretic, puasa ataupun olah raga berlebihan.
   Pesta makan serta perilaku penurunan badan yang ekstrim terjadi minam dua kali dalam seminggu selama jangka waktu tiga bulan.
   Rasa yang tidak pernah puas terhadap bentuk tubuh yang dimiliki. 
Akibat dan Bahaya Bulimia terhadap Kesehatan
Bahaya bulimia ini disebabkan oleh perilaku makan berlebihan dan kemudian membersihkannya yang terjadi secara berulang. Berbagai macam organ akan rusak akibat pembersihan secara ekstrim ini, seperti
   pembengkakan kelenjar ludah di pipi
   Jaringan parut di buku jari tangan yang digunakan untuk merangsang muntah
   Pengikisan email gigi akibat bulimia yang sering muntah dan mengeluarkan asam lambung
   Kadar kalium yang rendah dalam darah.
   Gigi sensitive terhadap panas atau dingin
   Masalah pada kelenjar ludah yang berupa rasa nyeri atau pembengkakan
   Paparan asam lambung berlebih pada kerongkongan bisa menyebabkan borok, pecah atau penyempitan.
   Terganggunya proses pencernaan akibat pencahar, bisa mengakibatkan disfungsi organ pencernaan .
   Ketidakseimbangan cairan tubuh akibat stimulus zat diuretic secara berlebih.

Akibat bulimia juga terjadi pada kehidupan social, penderita bulimia cenderung akan bermasalah dalam hal sosialisasi lingkungan, bersifat impulsive, seringkali merasa stress atau depresi dan menyalahgunaan alcohol atau obat-obatan.

Pengobatan Bulimia
Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:
   Terapi psikis (psikoterapi) oleh psikiater untuk mengendalikan perilaku menyimpangnya.
   Obat-obatan. Obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. Tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

hal ini bisa di alami siapa saja...tp jgn cemas dan takut...kami menyediakan product2 andalan untuk mengatasi masalah anda ...n INGAT !! jangan lakukanaa hal2 konyol yang natinya akan membawa kita kedalam penderitaan..diet lah secara sehat jgn gegabah memilih obat2 diet, cermati hanya yg berizin resmi yg BAIK dikonsumsi...

kami memiliki beberapa bukti yang telah melakukan DIET secara sehat dan benar...










selamat mencoba : info lebih lanjut silahkan sms : 081274432255/085366000036

pin BB : 213a331f




Anorexia nervosa




Anorexia nervosa is an eating disorder that makes people lose more weight than is considered healthy for their age and height, in simpler words; it’s a condition where someone being too skinny than he should be. People with this disorder may have an intense fear of weight gain- they will use any methods to lose weight even when they are underweight.
No exact cause for this disorder, many factors probably are involved such as genes, hormones, social attitudes, etc. Anorexia usually begins during the teen years, commonly in females, mainly in white women who are high academic achievers and who have a goal-oriented personality.
People with Anorexia usually have an intense fear of gaining weight or becoming fight, refuse to keep what is considered as normal weight for her age and height, very focused on body weight or shape and have not had a period for three or more cycles- in women. They may severely limit the amount of food they eat, cut the food into small pieces, exercise all the time, go to the bathroom right after meals- probably to make themselves throw up, refuse to eat around other people and use pills to decrease their appetite.
Physically, people with Anorexia may have blotchy or yellow skin that is dry and covered with fine hair, have a poor memory and a slow thinker and extremely sensitive to cold. They also may feel depression, lose their bone’s strength and dry mouth.
However, you can’t judge that a person suffering Anorexia Nervosa just because him or her have a skinny body shape. They might be was born that way. Someone have to be tested, medically, in order to prove that he or she is suffering Anorexia.
Once a person suffering Anorexia, it doesn’t mean he or she cannot be healed. First thing to do is to make them admit that they have an eating disorder. Second, they have to make an agreement for having a treatment. Next, and last steps, is to make sure that they do it well. Sometimes, the person can gain weight by increasing social activities, reducing the amount of exercise and using schedules for eating.
Anorexia patients should start by staying in hospital and continuing to follow-up with daily treatment. The length of hospitalizing depends on how many weight that the patient had lost and any medical complications that the patient might have. Treatment is often very difficult, both for the patients and their families, but many therapies will help until the patient overcomes this disorder. Besides that, there are different kinds of talk therapy that the patient might want to try, such as cognitive behavioral therapy, group therapy and family therapy.
Anorexia nervosa is a condition that can leads to death in 10% of cases. It’s even worse since after the treatment- even the patient has return to a normal weight; it is common for the disease to return. People with anorexia will continue to prefer a lower body weight and be very focused on food and calories. Long-term treatment may be needed to stay at a healthy weight.
Those reasons are enough for us to talk to our health care provider if people around us, our lovely one or even ourselves start to indicate with Anorexia. Getting medical help right away can make an eating disorder less severe.


Orang dengan anoreksia nervosa berusaha melaparkan diri, hidup dengan sedikit atau tanpa makanan untuk waktu yang sangat lama, namun mereka tetap yakin bahwa mereka masih perlu untuk menurunkan berat badan lebih banyak lagi

Anoreksianervosa lebih dari sekedar masalah dengan makanan. Ini adalah cara menggunakan makanan untuk merasa mengendalikan perasaan-perasaan lain yang mungkin tampak luar biasa.Kelaparan adalah cara untuk orang dengan anoreksia merasa lebih mengendalikan kehidupan mereka dan untuk meredakan ketegangan, kemarahan, dan kecemasan. Meskipun tidak ada penyebab tunggal tahu anoreksianervosa, beberapa hal yang mungkin berkontribusi pada perkembangan gangguan ini:

1. Keluarga. Orang denganibu atausaudara perempuan dengananoreksialebihmungkin untuk mengembangkanpenyakit ini. Orangtua yangterlalu banyakmenempatkan nilaipada penampilan, dietsendiri, dan mengkritiktubuhanak-anak merekalebih mungkinuntuk memiliki anakdengananoreksia.
2. Budaya. ASmemilikicita-citasosial danbudayaketipisanekstrim.Wanitasebagianmendefinisikan diri mereka sendiritentang bagaimanamenarik secara fisikmereka.
3. karakteristikpribadi. Seseorang dengananoreksiamungkin merasaburuk tentangdirinya sendiri, merasa tidak berdaya, dan membencicara diaterlihat. Dia memilikiharapan yang tidak realististerhadap dirinya sendiri danberusahauntuk kesempurnaan. Dia merasatidak berharga, meskipun prestasi danmerasakantekanansosial untukmenjadi kurus.
4. Gangguan lainemosional. Lainmasalahkesehatan mental, seperti depresiatau kecemasan, terjadi bersama dengananoreksia.
5. Stresperistiwaatau perubahanhidup.Hal-hal sepertimemulaisekolahbaru ataupekerjaan ataudigodaperistiwa traumatikseperti pemerkosaandapat menyebabkananoreksiaonset.
6. Biologi. Beberapafaktor biologistermasuk genetika, regulasineurotransmitter(zat kimia saraf di otak), dan hormon-hormonterkait lainnyamungkin penting untuktimbulnyagangguan ini

Tanda dan Gejala Anorexia Nervosa Seseorang dengan anoreksia akan memiliki banyak tanda-tanda ini:
  • kehilangan banyak berat badan 
  • berbicara tentang berat badan dan makanan sepanjang waktu 
  • bergerak makanan di sekitar piring; tidak memakannya 
  • berat dan jumlah kalori makanan 
  • mengikuti diet ketat 
  • kekhawatiran kenaikan berat badan 
  • tidak akan makan di depan orang lain 
  • mengabaikan / menyangkal kelaparan 
  • menggunakan langkah-langkah ekstrem untuk menurunkan berat badan (self-induced muntah, penyalahgunaan laksatif, penyalahgunaan diuretik, pil diet, puasa, olahraga yang berlebihan) 
  • berpikir dia gemuk ketika dia terlalu kurus 
  • banyak mendapat sakit yang 
  • beratnya beberapa kali sehari diri 
  • tindakan moody 
  • merasa tertekan 
  • merasa tersinggung 
  • tidak bersosialisasi 
  • memakai pakaian longgar untuk menyembunyikan tampilan


Memperlakukan Anorexia Nervosa :
1. Orang dengan penyakit ini bisa menjadi lebih baik. Pengobatan tergantung pada apa yang orang kebutuhan. Orang tersebut harus kembali ke berat badan yang sehat. Kadang-kadang, ini berarti akan ke rumah sakit dan tinggal di sana untuk pengobatan. Berbagai jenis penyedia layanan kesehatan, seperti dokter, ahli gizi, dan terapis, akan membantu pasien menjadi lebih baik. HCPs ini akan membantu pasien mendapatkan kembali berat badan, meningkatkan kesehatan fisik dan gizi, belajar pola makan sehat, dan mengatasi pikiran dan perasaan yang terkait dengan gangguan tersebut. Setelah meninggalkan rumah sakit, pasien terus mendapatkan bantuan dari HCPs nya.
2. Tapi tinggal di rumah sakit mungkin tidak diperlukan. Tipe lain dari program pengobatan adalah satu di mana seseorang pergi ke rumah sakit siang hari, tetapi kehidupan di rumah. Orang lain dengan anoreksia dapat sembuh dengan mendapatkan konseling individu dari suatu HCP, seperti terapis yang mengkhususkan diri dalam gangguan makan. 
3. Banyak kali, gangguan makan terjadi dengan masalah lain, seperti depresi dan masalah kecemasan. Masalah ini juga diobati bersama dengan anoreksia, dan mungkin melibatkan obat-obatan yang membantu mengurangi perasaan depresi dan kecemasan. 
4. Keluarga konseling dan kelompok-kelompok pendukung juga dapat menjadi bagian dari pengobatan. Jika pasien masih muda, terapi keluarga sangat penting. Kelompok pendukung membantu pasien dan keluarga berbicara tentang pengalaman mereka dan saling membantu menjadi lebih baik.

Diagnosis, Prevalensi dan Prognosis Anorexia Nervosa Diagnosis anorexia nervosa:
mengharuskan seseorang melakukan penolakan agar bisa mempertahankan berat badan yang sehat dan normal untuk usia dan tinggi badannya (lihat Kriteria DSM-IV-TR pada Tabel 15.1). Kriteria DSM-IV-TR untuk anoreksia nervosa mengharuskan agar berat badan seseorang setidaknya 15 persen lebih rendah dari berat badan yang sehat minimum untuk usia dan tinggi badannya (APA, 2000). Seringkali, berat badan orang tersebut jauh di bawah itu. Sebagai contoh, seorang wanita muda dengan tinggi 5 kaki 6 inci yang mengalami anoreksia mungkin memiliki berat 95 pound, jika berat badan sehat wanita yang tinggi ini adalah antara 120 dan 159 pound. Pada wanita dan anak perempuan yang mulai menstruasi, kehilangan berat badan menyebabkan mereka berhenti mengalami siklus menstruasi, kondisi yang dikenal sebagai amenore.
DSM-IV-IR

Kriteria Diagnostik dari Anorexia Nervosa
DSM-IV-TR menetapkan bahwa disengaja atau tidak penurunan berat badan yang ekstrim dan pemikiran yang menyimpang tentang tubuh seseorang adalah fitur kunci dari anoreksia nervosa.
a. Penolakan untuk mempertahankan berat badan pada atau di atas berat badan minimal yang normal untuk usia dan tinggi badan (misalnya, penurunan berat badan menjadi 15 persen di bawah berat badan minimal yang sehat, atau ketidakmampuan untuk mempertahankan berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan, mengakibatkan berat badan 15 persen di bawah berat badan minimal yang sehat)
b. Kekhawatiran berlebihan terhadap berat badan atau menjadi gemuk, meskipun sebenarnya kurus.
c. Distorsi dalam persepsi berat badan atau bentuk tubuh seseorang, pengaruh berat badan atau bentuk yang tidak semestinya pada evaluasi diri, atau penolakan pada keadaan berat badan yang rendah.
d. Pada wanita yang telah mencapai menarche, amenore (tidak adanya setidaknya tiga siklus menstruasi berturut-turut)

Meskipun kurus, namun orang-orang dengan anoreksia nervosa memiliki kekhawatiran yang berlebihan terhadap kegemukan. Mereka memiliki image yang menyimpang tentang gambaran tubuhnya, merasa yakin bahwa mereka gemuk dan perlu menurunkan berat badan lebih banyak. Evaluasi diri dari penderita anoreksia bergantung sepenuhnya pada berat badan dan kontrol mereka atas makannya. Mereka percaya bahwa kondisi mereka adalah baik dan berharga jika mereka memiliki kontrol penuh atas makan mereka dan ketika mereka kehilangan berat badan. Penurunan berat badan menyebabkan orang dengan anoreksia menjadi mudah lelah, dan mereka berusaha untuk berolahraga secara berlebihan dan mengatur jadwal yang melelahkan di tempat kerja atau sekolah.Orang dengan anoreksia sering menunjukkan ritual yang rumit dalam hal makanan, seperti yang telah dijelaskan penulis Marya Hornbacher dalam otobiografinya, Wasted (Hornbacher, 1998, hlm 254 255):

  • Saya menyebar kertas depan saya, menyimpan yoghurt samping, dan melihat jam tangan. Saya membaca kalimat yang sama berulang-ulang, untuk membuktikan bahwa saya bisa duduk di depan makanan tanpa menyentuhnya, untuk membuktikan bahwa hal itu bukan masalah besar. Setelah lima menit berlalu, saya mulai meminum yoghurt itu...Anda mengambil seujung sendok yoghurt, dan dengan hati-hati hanya mengambil bagian yang meleleh. Kemudian membiarkan yogurt itu menetes sampai hanya ada sedikit yoghurt tersisa di sendok. Dengan berhati-hatilah saya menunggu untuk menjilatinya, Anda hanya menjilat sedikit pada suatu waktu, dan ini berlangsung setidaknya empat atau lima jilatan, dan Anda harus menjilat bagian belakang sendok pertama, kemudian membalikkan bagian atas sendok dan menjilat bagian depannya, dengan ujung lidah. Kemudian menyimpan lagi yoghurt itu samping. Membaca satu halaman penuh, dan tidak melihat yoghurt untuk memastikan ia mencair. Berulang-ulang. Jangan mengambil satu sendok penuh, jangan makan apapun kecuali yoghurt itu meleleh. Jangan berkhayal tentang topping, Oreo yang hancur, atau saus cokelat. Jangan berfantasi tentang sandwich. sandwich akan membuat situasi menjadi sangat rumit.

    Orang dengan anoreksia nervosa beratnya secara signifikan kurang dari tinggi dan berat badan mereka yang semestinya.Sekitar 1 persen orang akan mengalami anorexia nervosa dalam hidupnya, dan antara 90 dan 95 persen orang yang didiagnosis dengan anoreksia nervosa adalah perempuan (Hoek & van Hoeken, 2003; Striegel-Moore, Dohm, dkk, 2003). Perempuan kulit putih lebih mungkin untuk mengalami dibandingkan perempuan Hitam dalam hal gangguan ini. Anorexia nervosa biasanya dimulai pada masa remaja, antara usia 15 dan 19 (Striegel-Moore, 1995). Jalannya gangguan sangat bervariasi dari orang ke orang. Studi jangka panjang yang dilakukan di Eropa menunjukkan bahwa setengah dari wanita yang mengalami anoreksia nervosa sepenuhnya pulih dalam waktu 10 tahun setelah pengobatan, tetapi sisanya terus menderita masalah yang terkait dengan makanan atau psikopatologi lain, terutama depresi (Herpertz-Dahlmann, Muller, dkk, 2001;.. Lowe dkk, 2001; Wentz dkk, 2001)..Anorexia nervosa adalah gangguan fisiologis yang sangat berbahaya. Tingkat kematian di antara orang-orang dengan anoreksia adalah 5 sampai 8 persen (Polivy & Herman, 2002). Beberapa konsekuensi paling serius dari anoreksia adalah komplikasi kardiovaskular, termasuk bradikardia (perlambatan denyut jantung ekstrim), aritmia (denyut jantung tidak teratur), dan gagal jantung. Komplikasi lain yang berpotensi serius dari anoreksia adalah pembesaran perut yang akut, sampai pecah. Kekuatan tulang merupakan masalah bagi wanita dengan anoreksia yang memiliki amenore, mungkin karena kadar estrogen rendah mempengaruhi kekuatan tulang. Kerusakan ginjal telah ditemukan pada beberapa pasien dengan anoreksia, dan gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh dapat membuat orang dengan anoreksia lebih rentan terhadap penyakit parah.
Jenis Anorexia nervosa
Dalam kutipan Suara sebelumnya, Hornbacher menggambarkan salah satu dari dua jenis anoreksia, jenis tertentu. Orang dengan tipe anorexia nervosa tertentu hanya menolak makan sebagai cara untuk mencegah kenaikan berat badan. Beberapa orang dengan anorexia tertentu mencoba keluar rumah sehari penuh tanpa makan apapun. Kebanyakan mereka makan dalam jumlah yang sangat kecil setiap hari, sebagian hanya untuk tetap hidup dan sebagian karena paksaan dari orang lain untuk makan. Hornbacher bertahan selama berbulan-bulan hanya dengan secangkir yogurt dan muffin bebas lemak per hari. Daphne, dalam studi kasus berikut ini, juga memiliki tipe anorexia nervosa tertentu.

Efek Anorexia nervosa 
Tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan yang dibutuhkan, sehingga melambat. Lihatlah gambar untuk mengetahui bagaimana anoreksia mempengaruhi kesehatan Anda.


1. Otak dan Saraf
  • Tidak bisa berpikir benar 
  • takut berat badan 
  • menyedihkan 
  • Moody 
  • mudah marah 
  • memori buruk 
  • pingsan 
  • perubahan kimia otak 
  • rambut 
  • rambut menipis dan akan rapuh
2. jantung
  • Tekanan darah rendah 
  • Tingkat memperlambat jantung 
  • kepakan jantung (palpitasi) 
  • gagal jantung
3. darah
  • anemia dan masalah darah lainnya
4. Otot dan Sendi
  • lemah otot 
  • bengkak sendi 
  • patah tulang 
  • osteoporosis
5. ginjal
  • batu ginjal 
  • gagal ginjal
6. Cairan tubuh
  • kalium rendah 
  • magnesium rendah 
  • rendah natrium
7. usus
  • sembelit 
  • kembung
8. hormon
  • periode berhenti 
  • keropos tulang
9. Masalah tumbuh
  • kesulitan hamil 
  • Jika hamil, risiko lebih tinggi untuk:
a) Keguguranb) memiliki C-sectionc) bayi dengan berat lahir rendahd) depresi pascamelahirkan10.kulit
  • mudah memar 
  • kulit kering 
  • pertumbuhan rambut halus di seluruh tubuh 
  • menjadi dingin dengan mudah 
  • kulit kuning 
  • kuku mendapatkan rapuh

Studi Kasus 


Daphne memiliki tinggi badan 5 kaki 11 inci dan beratnya 102 pound. Dia telah merasa "besar" karena ketinggian di atas teman sekolahnya di kelas lima. Dia telah menjalani diet sejak itu. Selama tahun pertamanya di sekolah, Daphne memutuskan bahwa ia harus mengambil langkah-langkah drastis untuk menurunkan berat badan lebih. Dia mulai dengan mengurangi asupan kalori sekitar 1.000 kalori per hari. Dia kehilangan beberapa kilo, tapi ia tidak puas, jadi dia mengurangi asupan hingga 500 kalori per hari. Dia juga memulai program olahraga berat. Setiap hari, Daphne tidak akan membiarkan dirinya makan sampai ia berjalan setidaknya 10 mil. Lalu ia hanya mengkonsumsi beberapa jenis sayuran dan segenggam sereal. Kemudian di hari itu, dia mungkin mengkonsumsi sayuran dan buah lebih banyak, tapi dia akan menunggu sampai ia begitu lapar sampai pingsan. Berat badan Daphne turun sampai 110 kilogram dan ia berhenti menstruasi. Ibunya mengungkapkan beberapa kekhawatiran tentang betapa Daphne hanya makan sedkit sekali, tapi karena ibunya cenderung kelebihan berat badan, ia tidak menyurutkan niat Daphne untuk diet.Ketika tiba saatnya masuk perguruan tinggi, Daphne adalah senang tapi juga takut, karena dia selalu menjadi bintang pelajar di sekolah tinggi dan tidak yakin dia bisa mempertahankankannya. Ketika di perguruan tinggi pada periode pemeriksaan pertama di perguruan tinggi, Daphne banyak mendapat nilai B. Dia merasa sangat rentan, merasa gagal, dan seolah-olah dia kehilangan kontrol. Dia juga tidak senang dengan kehidupan sosialnya pada pertengahan semester pertama. Daphne memutuskan bahwa banyak hal yang mungkin akan lebih baik jika ia kehilangan berat badan lebih, sehingga ia mengurangi asupan makanan dengan dua apel dan segenggam sereal setiap hari. Dia juga berlari setidaknya 15 mil setiap hari. Pada akhir semester musim gugur, berat badannya turun menjadi 102 pound. Dia juga mengalami kelelahan kronis, sulit berkonsentrasi, dan kadang-kadang pingsan. Namun, ketika Daphne melihat ke cermin, ia melihat seorang wanita, muda sederhana yang ingin menurunkan berat badan lebih.Tabel 15.2 Tinjauan KonsepPerbandingan Gangguan MakanGangguan makan bervariasi menurut karakteristiknya.

GejalaJenis yang membatasi AN*
Jenis binge/purge AN*Jenis purging AN*
Jenis non purging AN*Gangguan binge-eating AN*__
Berat badanHarus kurang lebih dari 15%Harus kurang lebih dari 15%Seringkali normal atau kadang berlebihSeringkali normal atau kadang berlebihSeringkali sangat berat
Image tubuhKetatKetatTerlalu khawatirTerlalu khawatirSeringkali benci dengan berat berlebih
BingeTidakYaYaYaYa
Perilaku purge atau kompensasi lainTidakYaYaTidakTidak
Kurang control saat makanTidakSelama bingeYaYaYa
Amenorrhea pada wanitaYaYaTidak lazimYaYa
* AN mengacu pada anoreksia nervosa, BN untuk bulimia nervosa.Jenis lainnya adalah jenis binge/purge anoreksia nervosa, di mana orang secara berkala terlibat dalam perilaku makan berlebihan atau membersihkan (misalnya, muntah atau penyalahgunaan obat pencahar atau diuretik). Gangguan ini berbeda dengan bulimia nervosa dalam dua hal. Pertama, orang dengan tipe Inge/purge anoreksia setidaknya tetap berada 15 persen di bawah berat badan yang sehat, sedangkan orang-orang dengan bulimia nervosa biasanya pada berat badan normal atau agak kelebihan berat badan. Kedua, wanita dengan binge/purge anoreksia sering mengalami amenore, sedangkan wanita dengan bulimia nervosa biasanya tidak. Seringkali, seseorang dengan jenis binge/purge anoreksia nervosa tidak terlibat dalam binges di mana dia makan banyak makanan, namun, jika dia makan bahkan dalam jumlah kecil, dia merasa seolah-olah dia telah makan berlebih dan akan membersihkan makanan itu.Orang dengan tipe membatasi anoreksia lebih mungkin dibandingkan dengan jenis binge/purge dengan memiliki perasaan yang mendalam tentang rasa tidak percaya terhadap orang lain dan kecenderungan untuk menyangkal bahwa mereka memiliki masalah. Orang dengan binge/purge anoreksia lebih cenderung memiliki masalah dengan suasana hati yang tidak stabil dan pengendalian impuls, dengan alkohol dan penyalahgunaan obat lain, dan melukai diri sendiri (Garner, Garfinkel, & O'Shaughnessy, 1985). Mereka juga cenderung memiliki banyak gangguan kronis.

TREATMEN Pengobatan untuk anorexia nervosa mencoba untuk mengatasi tiga bidang utama.
1. Mengembalikan seseorang untuk berat badan yang sehat,
2. Mengobati gangguan psikologis yang berkaitan dengan penyakit
3. Mengurangi atau menghilangkan perilaku atau pikiran yang awalnya mengarah pada makan teratur.
Jika anoreksia nervosa tidak diobati, komplikasi serius seperti sebagai kondisi jantung dan gagal ginjal dapat innitiate dan akhirnya menyebabkan kematian. 
A. Dietary
  • Suplemen zinc telah ditunjukkan dalam berbagai penelitian bermanfaat dalam pengobatan AN bahkan pada pasien tidak menderita defisiensi seng, dengan membantu meningkatkan berat badan.
  • Asam lemak esensial: Asam Asam lemak omega-3 docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) telah terbukti bermanfaat bagi berbagai gangguan neuropsikiatri. Ada melaporkan peningkatan pesat dalam sebuah kasus yang parah AN diobati dengan etil-asam eicosapentaenoic (E-EPA) dan mikronutrienDHA dan EPA suplemen telah terbukti menjadi manfaat di banyak gangguan komorbid AN termasuk: perhatian. defisit / hyperactivity disorder (ADHD), autisme, gangguan depresi utama (PDK), gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian borderline. Percepatan penurunan kognitif dan gangguan kognitif ringan (MCI) berkorelasi dengan tingkat jaringan menurunkan DHA / EPA, dan suplemen telah meningkatkan fungsi kognitif.
  • Nutrisi konseling
  • Nutrisi Terapi Medis; (MNT) juga disebut sebagai Terapi Gizi adalah pengembangan dan penyediaan perawatan gizi atau terapi berdasarkan penilaian rinci sejarah medis seseorang, sejarah psikososial, pemeriksaan fisik, dan sejarah diet
B. Obat 

  • Olanzapine: telah terbukti efektif dalam mengobati aspek-aspek tertentu AN termasuk untuk membantu menaikkan indeks massa tubuh dan mengurangi obsessionality, termasuk pikiran obsesif tentang makanan
C. Terapi 

  • Terapi perilaku kognitif (CBT) CBT adalah sebuah pendekatan berbasis bukti yang dalam studi sampai saat ini telah terbukti berguna pada remaja dan orang dewasa dengan anoreksia nervosa
  • Penerimaan dan terapi komitmen: Jenis CBT, telah menjanjikan dalam pengobatan AN "peserta mengalami perbaikan klinis yang signifikan pada setidaknya beberapa tindakan, tidak ada peserta memburuk atau hilang berat badan bahkan di 1-tahun tindak-lanjut."
  • Terapi Kognitif Remediasi (CRT): adalah terapi rehabilitasi kognitif dikembangkan di King College di London yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan neurokognitif seperti perhatian, memori kerja, fleksibilitas kognitif dan perencanaan, dan fungsi eksekutif yang mengarah ke fungsi sosial ditingkatkan. Penelitian neuropsikologi telah menunjukkan bahwa pasien dengan AN memiliki kesulitan dalam fleksibilitas kognitif. Dalam studi yang dilakukan di Kings College dan di Polandia dengan remaja CRT terbukti bermanfaat dalam mengobati anoreksia nervosa, di Amerika Serikat uji klinis masih sedang dilakukan oleh Institut Nasional Kesehatan Mental pada remaja usia 10-17 dan Stanford University di lebih dari 16 mata pelajaran sebagai terapi penghubung dengan terapi perilaku kognitif.
  • Keluarga Terapi: Bentuk yang paling efektif terapi untuk remaja dengan anoreksia adalah terapi keluarga [190] Ada berbagai bentuk terapi keluarga yang telah terbukti untuk bekerja dalam pengobatan remaja AN termasuk "conjoint terapi keluarga" (CFT),. di mana orang tua dan anak terlihat bersama-sama oleh para terapis yang sama, "dipisahkan terapi keluarga" (SFT) di mana orang tua dan anak menghadiri terapi secara terpisah dengan terapis yang berbeda. "Menunjukkan kohort Eisler bahwa, terlepas dari jenis FBT, 75% pasien memiliki hasil yang baik, 15% hasil antara ..."
  • Maudsley Keluarga Terapi: tahun 4 sampai 5 menindaklanjuti studi pendekatan Maudsley, model manualized, yang menunjukkan pemulihan penuh pada tingkat hingga 90% [193].
  • [Sunting] Pengobatan alternative
  • Yoga: Dalam penelitian pendahuluan pengobatan yoga indivualized telah menunjukkan hasil positif untuk digunakan sebagai terapi tambahan untuk perawatan standar. Pengobatan itu terbukti mengurangi gejala gangguan makan, termasuk keasyikan makanan, yang mengalami penurunan segera setelah setiap sesi. Skor pada Pemeriksaan Gangguan Makan menurun secara konsisten selama pengobatan.
D. Prognosis
  1. Prognosis jangka panjang dari anoreksia adalah lebih pada sisi yang menguntungkan. Komorbiditas Survei Nasional Replikasi dilakukan di antara lebih dari 9.282 peserta di seluruh Amerika Serikat, hasil menemukan bahwa rata-rata durasi anoreksia nervosa adalah 1,7 tahun. "Bertentangan dengan apa yang orang mungkin percaya, anoreksia tidak selalu merupakan penyakit kronis, dalam banyak kasus, itu berjalan saja dan orang-orang mendapatkan yang lebih baik ..."
  2. Dalam kasus-kasus anoreksia nervosa remaja yang memanfaatkan pengobatan Keluarga 75% dari pasien memiliki hasil yang baik dan 15% menunjukkan hasil yang belum menengah yang lebih positif. [191] Dalam lima tahun pasca perawatan tindak lanjut dari Terapi Keluarga Maudsley pemulihan penuh rate antara 75% dan 90%. Bahkan dalam kasus yang parah AN, meskipun tingkat kambuhan mencatat 30% setelah rawat inap, dan waktu panjang untuk pemulihan mulai 57-79 bulan, tingkat pemulihan penuh masih 76% . Ada kasus-kasus relaps minimal bahkan pada jangka panjang follow-up dilakukan antara 10-15 tahun .Prognosis jangka panjang dari anoreksia nervosa berubah:. Seperlima dari pasien tetap sakit parah, lain kelima pasien sembuh sepenuhnya dan 3 / 5 dari pasien memiliki program berfluktuasi dan kronis (Gelder, Mayou dan Geddes 2005).
E. Epidemiologi 
  • Anoreksia memiliki prevalensi rata-rata 0,3-1% pada wanita dan 0,1% pada pria untuk diagnosis di negara maju. Kondisi ini sangat mempengaruhi wanita remaja muda, dengan antara 15 dan 19 tahun membuat sampai 40% dari semua kasus. Sekitar 75% orang dengan anoreksia adalah perempuan [199]. Anoreksia nervosa lebih umum di kelas sosial atas dan dinyatakan menjadi langka di negara-negara kurang berkembang (Gelder, Mayou dan Geddes 2005). 
Kesimpulan
  • Anorexia nervosa ditandai dengan usaha untuk melaparkan-diri, image tubuh yang terdistorsi, ketakutan intens menjadi kegemukan, dan amenore.
  • Prevalensi seumur hidup anoreksia adalah 1 persen, dengan 90 sampai 95 persen kasus dialami perempuan.
  • Anoreksia biasanya dimulai pada masa remaja, dan tentu saja memiliki perbedaan variabel dari satu orang ke orang yang lain.
  • Orang dengan tipe membatasi untuk makan dalam rangka mencegah kenaikan berat badan.
  • Orang dengan tipe binge/purge secara berkala terlibat dalam makan berlebihan dan kemudian mengeluarkannya untuk mencegah kenaikan berat badan
DAFTAR PUSTAKA
  • Dicetak ulang sesuai izin dari Diagnostic dan Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Keempat, Revisi. Hak Cipta © 2000 Asosiasi Psikiater Amerika. (SUSAN NOLEN-HOEKSEMA)
  • Lauren B.Alloy and Jhon H.Riskind, Abnormal Psychology


jika anda sedang mengalami ANOREXIA NERVOSA kami menyarankan agar segera periksa ke dokter dan lakukan pengobatan...

kami juga menyediakan MRPRO untuk anda yg mengalami gangguan pencernaan , susah gemuk dll.

MR. PRO : Komposisi Spektakuler

MR. PRO adalah produk multivitamin cair dengan komposisi spektakuler yaitu memadukan antara madu murni, propolis dengan komposisi yan tepat serta diperkaya dengan Roya Jelly, menjadikan formula ini sebagai sumber yang dibutuhkan oleh manusia. Manfaat Mr Pro bagi tubuh- Meningkatkan sistem imunitas tubuh serta menormalkan keadaan tubuh (asam, basa, tekanan darah, kolesterol, alergi) serta membantu mengatasi masalah gangguan penyakit misalnya jantung, TBC.- Memperlancar sirkulasi dan membersihkan darah dari racun- Bekerja sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping. - Membantu mengatasi masalah gangguan pencernaan, maag, meningkatkan daya serap- Sebagai anti kanker- Mengatasi masalah diare maupun disentri untuk segala usia termasuk Balita. - Meningkatkan pertumbuhan otak pada anak-anak, menurunkan panas badan (demam), meningkatkan stamina anak dan menambah nafsu makan. - Membantu penderita demam berdarah, anemia bagi orang sakit dan ibu hamil. - Mempercepat pengobatan luka dan untuk merevitalisasi (membentuk jaringan baru). - Menormalkan keadaan hormon, mencegah kekurangan hormon dan mencegah kemandulan karena kekurangan hormon. - Mengatasi masalah penyakit-penyakit yang disebabkan karena bakteri,virus dan jamur. - Memperlambat proses penuaan (anti aging) dan membuat wajah tampak lebih muda.





slamat mencoba :) 

info lanjut : 081274432255/085366000036

BB:213a331f


Comment For Mee